#4 Refleksi Arti Kemerdekaan Republik Indonesia Setelah Tinggal di Belanda



 

Benar kata orang kalau rasa nasionalisme bisa menigkat (atau bahkan baru muncul) saat merantau. Kebetulan saya merantaunya ke Belanda; negara yang selalu diasosiasikan dengan kata 'penjajah' atau 'penjajahan' sejak kita bangku sekolah dasar hingga SMA.
Rasanya setiap orang Indonesia bisa setidaknya bercerita singkat tentang masa penjajahan dan detik-detik menjelang kemerdekaan.
Namun setelah hampir setahun tinggal di Belanda, periode dan momen tersebut tidak signifikan sama sekali untuk mayoritas pendudukanya. Sama seperti kebanyakan Western countries atau Global North, frame Perang Dunia II jauh lebih relevan. Sehingga minggu ketiga Agustus menjadi minggu perayaan yang penuh konflik kepentingan. 

Apakah ini perayaan berakhirnya Perang Dunia II?

Apakah ini perayaan untuk mengenang para tentara?

Tapi tentara yang mana?

Apakah ini perayaan untuk mengenang korban dan warga sipil?

Namun apa basis konfliknya?

Apakah ini perayaan kemerdekaan atas ratusan tahun penjajahan?

Tapi bagaimana bisa bilang 'merdeka' kalau yang satu bilang 'penjajahan' sedangkan yang satu lagi bilang 'perdagangan'?

Sulit menjawab satu persatu daftar pertanyaan yang tidak ada akhirnya seperti ini. Tapi saya senang melihat perspektif baru (diaspora & keturunan Indonesia di Belanda) terhadap kemerdekaan RI. Rupanya, mereka tidak selalu satu suara. Dua bahkan lebih 'aliran'. Ketika mereka saling beropini kuat tentang makna hari 17 Agustus, orang Indonesia di Nusantara (kepulauan, bukan kota) ramai berpesta pora yang mungkin makna 'merdeka' yang sudah taken for granted. Mungkin.
Setidaknya itu yang saya rasakan sebelum pindah. 
Yang terbayang adalah prosesi upacara yang begitu lama.
Sekarang setelah menyelesaikan esai tentang sejarah perumahan atau 'rumah sehat' di era Bung Karno, jauh lebih mengapresiasi detik demi detik menjelang proklamasi. Ikut deg degan. Hahhahaha

Sepertinya segini dulu tulisan kali ini.

Selamat 17an!

Comments

Popular posts from this blog

D-14 What to Expect

H-10 Sidang Akhir: Another Night at the Studio