Tes Akademik

Hi guys..
Setelah beberapa kali posting tentang SA tahun aku, selalu bersyukur bisa masuk 35 besar dan mendapatkan pengalaman yang sangat wahh...
Seperti sekarang saatnya berbagi-bagi info/info tips untuk tes yang paling krusial dalam mendapatkan beasiswa ini.

Academic Test

1. Dari tahun ke tahun, mau di Duri Rumbai Jakarta hingga Balikpapan, hal yang sama selalu muncul tentang ruangan tes. DINGIN! Asli dingin. Bukan dibuat-buat karena deg-degan, tapi mungkin karena emang semua koordinator ruangan suka yang dingin-dingin jadinya...dingin. Pas tes, usahakan kondisi badan yang fit, pake baju yang sopan dan nyaman, bawalah jaket/sweater, sarapan, kalau gampang keringetan jangan lupa bawa tisu atau sapu tangan.

2. Beda tahun, beda jenis soal. Bukan berarti ada tahun yang dapat soal yang sangat gampang. Setiap tahun susah kok. No lie. Yang menarik, ada seorang finalist SA beberapa tahun yang lalu nulis di blog-nya kalau tes hari pertama (matematika dasar, bhs. indo dan inggris) sangat susahhhhh. Kalau tahun aku, tes hari pertama (sama matdas dan kebahasaan) variasi snmptn. Malahan ada soal bhs.indo yang sama persis soal snmptn yang sejam sebelumnya aku baca.Jackpot!!!

IPC? stok kumpulan soal IPAnya sudah habis, jadi beli yang IPC.
sampul plastiknya rusak, menandakan buku ini sering dibawa. Cuma sering dibawa ya
hehehehee
Matdasnya juga tipikal snmptn. Harusnya 'gampang' kalau serius dan sering berlatih, sayangnya aku kurang serius dan sering ngelewatin matdas jadi pas hari tes hanya bisa menatap naas soal-soal matdas. Yang harusnya bisa, tapi kenyataannya banyak dikosongkan karena memang gak bisa. Nah, tahun aku dapat bonus, bahasa inggris nya seperti uan. Ngerjainnya bisa sambil senyum-senyum sendiri karena diluar dugaan. Gak sombong ini mah,ini kenyataan. Tanya aja SA 2012. Jadi berlatih lah menghadapi berbagai jenis soal.
oya, ada juga beberapa tahun yang lalu dapat soal-soal tes akademiknya banyak keluar materi kelas 11.

3. Tes hari kedua (Matematika IPA, Kimia, Fisika, Biologi, IPA Terpadu).Kalau inget-inget tes hari kedua, kayaknya emang bener suatu mukjizat aku bisa lolos 35 besar. Secara umum, bagi aku soal-soalnya out of my world. Belajar A, B, C yang keluar D dan E. Ada 1 fisika dan 1 soal biologi sama persis soal snmptn, sisanya diambil dari entah berantah. Gaya/teknik aku ngerjain soal adalah pertama kali yang dilakukan scanning cepat dari no.1 sampai terakhir berurutan, kerjain (buletin) yang yakin dan tandain yang cukup yakin. Pas selesai scannng 75 soal, akhirnya nyadar lembar jawaban cuma ngebuletin penuh 3! Cuma 3 nomer bung yang yakin!

Lirik kanan kiri,yang lain juga keliatan kesusahan. Sering terdengar lembaran kertas dibolak-balik. Setiap membuka halaman baru, berharap  soal-soalnya lebih mending dari sebelumnya. Rupanya tidak. Apa yang aku lakukan saat itu? Saat itu cuma bisa kerjakan sebisanya. Malu cuma ngejawab sedikiiit banget, yang jawabannya mendekatipun aku isi aja.saking pasrahnya (sebaiknya jangan diikuti.waktu itu 'luck' nya gede).

 Bener kata orang-orang, kerjakan yang gampang dulu. Jangan ngulik terus soal-soal yang rasanya emang gak mungkin terjawab.over all, tes hari kedua emang bikin gak berkutik. Pas ditanya pun gimana tes nya,bisa dijawab dengan bejibun keluhan atau sesimpel ,'No comment deh'.
Walaupun terdengar seram (dan emang seram) kawan, there is always hope and a possibility. Pinter-pinter lah buat taktik yang sesuai buat sendiri. Temen sebelah aku pas tes, Lala (Zahra Adiyati), dia punya suatu teknik yang jitu bagi dia tapi menurut aku gambling abis. Tapi dia 2nd winner akhirnya :D.hehehe.jagoan dan emang pinter orangnya. 

4. Pray and Preparation. 2 hal yang jelas sangat penting. Karena setelah bertanya-tanya kawan dan alumni SA yang sebelumnya, semuanya berhasil dengan ada persiapan. Walaupun persiapannya berbeda (ada yang les dari setahun sebelumnya, ada yang bela-belain setiap minggu ke Pekanbaru, ada yang baru buka buku snmptn beberapa bulan sebelum tes akademik,dll) semua ada yang namanya perjuangan. Fight for your dream!

Sebelum tes, minta restu orang tua dan kalau perlu guru. Sehari sebelum ke Jakarta (karena aku tinggal di Bandung), di sekolah minta doa dari guru-guru yang emang sudah tau tentang tes ini. Nenek dan kakek aku aja bela-belain menerjang hujan demi ngedoa in sebelum pergi ke Jakarta. Dukungan moril dari teman-teman juga sangat ngebantu dan memotivasi

Temen aku Eca sms gini pas malam sebelum tes, "Mestakung. Alam Semesta Mendukung"

Setelah tes akademik berakhir,teruslah berdoa dan berdoa. Hanya itu yang bisa kita lakukan setelah berjuang 2 hari. Walaupun cuma ngejawab dikit dan memang gak maksimal ngerjainnya, keep an open mind cuz everything is possible. Nah ini lucu, setelah tes akademik hari kedua yang super duper susah soalnya, yang ada di kepala aku adalah
'Hope for the best, prepare for the worst'.
Pas ditanya temen di bimbel tentang tes nya, aku cuma bilang 
'Hmm..gimana ya Di. Tesnya susah. Jadi kalau aku lolos, itu berkat doa aku yang kuat.heheheheh' <<<saking  bener-bener pasrahnya>>>

Semoga dapat membantu J

Oya aku nulis ini karena masih kangen ke kawan-kawan yang lain. Masih hangat kenangan SA nya jadi aku tulis sharing ini sekarang aja. Walapun jarak waktu dari malam inagurasi dan nulis postingan ini cuma seminggu.hehehehe
Bisi keburu terbang ide nya. ciao

Hei.hei.kalian yang bakal test di Jakarta. Sebelum test, kalian bisa minta....

....ditraktir ayah ke Starbuck sebelah kantor.hahaha.kapan lagi di jajanin 2 hari berturut-turut
makanan mahal gini :)
Oooo...many kinds of delicious breads to choose from.
*sok tau banget enak, padahal itu pertama kali coba rotinya.hahahahah*
My heart belongs to this Tokyo Cheese Danish Bread.yummyy


Gak ditraktir? Tenaaang.Panitia juga sudah mempersiapkan makanan

Setelah selesai tes hari kedua, banyak yang langsung pulang.
waktu itu aku makan dulu dan sempet berbincang-bincang dengan panitia.
"tadi susah dek tadi soalnya?"
"Iya tante.susah banget"(tak ada basa basi.hehehehei)


Comments

Popular posts from this blog

D-14 What to Expect

H-10 Sidang Akhir: Another Night at the Studio

#4 Refleksi Arti Kemerdekaan Republik Indonesia Setelah Tinggal di Belanda