Sekilas Tips Sukses TPB
Tadi siang, saya berkesempatan untuk kumpul-kumpul-santai bareng kakak alumni SMA 20 Bandung yang sudah melewati 'tahun yang paling berat di ITB'. Tahun Pertama Bersama aka TPB!
Bagi maba (mahasiswa baru) ITB pasti ada sedikit rasa cemas entah berantah yang muncul saat detik-detik menjelang hari pertama kuliah.
Bukunya benar gak ya?
Dosennya suka sedekah nilai gak ya?
Bakal keteteran gak ya?
daaannn semacaamnyaa
Walaupun daftar pertanyaan saya belum terjawab semua. Sesi sharing tadi sudah sangat membantu.Oke.Kita mulai saja :D
Buku Pegangan dan Bundelan Soal
1. Tidak wajib punya, tapi hampir 99,9% kakak senior menganjurkan untuk punya sebagai pegangan yang berguna untuk lebih mengenal, memperdalam, atau memahami materi. Kalau untuk sekedar survive TPB, sering-sering latihan soal.
2. Sangat dianjurkan punya buku kalkulus Matcho karena enak dibaca.
3. Kalau mau dan mampu, beli sekalian buku pegangan yang original bahasa Inggris dengan tujuan membiasakan diri untuk tingkat-tingkat selanjutnya dan karena terkadang buku terjemahannya kurang enak dibaca. Salah satu kakaknya bilang, "Bingung bahasannya..."
4. Untuk SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan), bakal ada kakak senior yang menawarkan bundelan soal-soal sebelumnya.
5. Up-to-date materi dan soal-soal yang bakal diujiankan. Jangan 'membabi-buta' fotokopi puluhan lembar materi kalau rupanya ada 3 lembar contoh soal (Curhat seorang kakak kelas).
6. Oya, sudah cukup banyak buku TPB yang tersedia di perpustakaan. Cukup banyak. Jadi belum banyak. Maka dari itu, atur strategi kalau mau pinjam menjelang musim ujian karena bakal cepat habis.
Cara Belajar
1. Belajar sebelum penjelasan materi?Dianjurkan. Bakal ada dosen yang suka nanya dan menyuruh mahasiswa mengerjakan soal di depan.
2. Belajar sebelum tutorial?Sangat dianjurkan. Karena pas sesi tutorial, bagi yang aktif bakal diberi poin.
3. Belajar sebelum UTS?Harus! Kalau gak lulus?Tenang...masih ada UAS.Gak lulus UAS?Selamat mengulang.
4. Intinya kita harus nyari cara belajar yang paling efektif untuk diri sendiri dan teguh sama pendirian. Jangan sampai keseret 'arus'. Katanya, bakal banyak teman-teman kita yang memang jenius lahiriah alias bakat otak encer, dan mereka gak perlu jungkir balik untuk dapet nilai bagus. Justru sering main.
5. Belajar bareng! Sangat dianjurkan oleh Teh Wuddan agar TPBers untuk mulai belajar untuk bisa belajar bersama. Bisa belajar bareng sampai lintas fakultas. Misalnya Teh Wuddan (FTSL kalau gak salah), belajar bareng sama teman-temannya Kang Fajar (FTMD).
6. Nilai jelek pas uts pertama wajar kok. Jangan patah arang. Tetap belajar dan buktikan di uts berikutnya.
Unit
1. Ada unit yang gratis, ada juga yang harus bayar saat pendaftaran di OHU nanti. Kisaran harganya Rp5000-Rp20000.
2. Boleh sih daftar banyak-banyak. Namun berdasarkan pengalaman kakak-kakak kelas, ujung-ujungnya (biasanya) setiap orang bakal fokus sama 1. Ada yang 2. Bahkan 3. Tergantung kejagoan mengatur waktu dan intensitas unit tersebut. Misalnya unit Paduan Suara ITB rajin latihan 2x seminggu. Unit Marching Band ITB juga merupakan unit yang terkenal melebihi kerajinan Paduan Suara.
3. Sama kayak ekskul di SMA. Unit-unit juga biasa melaksanakan kegiatannya pas sepulang kuliah atau weekend.
4. Sebelum berhimpun (pas tingkat kedua), bisa belajar berorganisasi di unit-unit.
5. Ada unit yang memang hectic jadwalnya, ada juga yang santai.
6. Ada unit yang melantik anggotanya saat memasuki semester 2, ada juga pas saat naik tingkat.
7. Pas daftar di OHU, maba gak otomatis jadi anggota. Bakal ada tahap 'seleksi alam'. Mana yang bertahan dengan tugas/kegiatan di unit tersebut dalam jangka waktu tertentu (misalnya: selama 1 semester). Mana yang rajin datang, mana yang nggak.
8. Sangat dianjurkan untuk ikut unit.
Random Tips
1. Rajin-rajin baca papan pengumuman. Bakal banyak acara di ITB. Bakal banyak unit yang buka lagi di waktu yang tidak terduga-duga(misalnya pas lagi libur). Bakal ada saatnya kelas kuliah ganti.dan lain-lain.
2. Dimanakah papan pengumuman ITB?Dimana-mana kawan. Dimana-mana. Misalnya di GKU, di setiap lantainya ada papan pangumuman.
Masih banyak lagi sih cerita-cerita pengalaman dari kakak kelas tentang TPB. Cuma sekarang saya keburu lupa (payah). Banyak kok senior yang ngasih kesan, saran, pesan, dan tips melewati TPB lewat blog mereka. Tinggal search via google/yahoo/apapun dengan keyword 'tips sukses tpb itb'...voila...banyak link akurat.
Dan yang paling penting, menurut kakak-kakak yang sudah survive TPB, para mahasiswa baru harus..harus...haruussss....menikmati TPB :)
Bagi maba (mahasiswa baru) ITB pasti ada sedikit rasa cemas entah berantah yang muncul saat detik-detik menjelang hari pertama kuliah.
Bukunya benar gak ya?
Dosennya suka sedekah nilai gak ya?
Bakal keteteran gak ya?
daaannn semacaamnyaa
Walaupun daftar pertanyaan saya belum terjawab semua. Sesi sharing tadi sudah sangat membantu.Oke.Kita mulai saja :D
Buku Pegangan dan Bundelan Soal
1. Tidak wajib punya, tapi hampir 99,9% kakak senior menganjurkan untuk punya sebagai pegangan yang berguna untuk lebih mengenal, memperdalam, atau memahami materi. Kalau untuk sekedar survive TPB, sering-sering latihan soal.
2. Sangat dianjurkan punya buku kalkulus Matcho karena enak dibaca.
3. Kalau mau dan mampu, beli sekalian buku pegangan yang original bahasa Inggris dengan tujuan membiasakan diri untuk tingkat-tingkat selanjutnya dan karena terkadang buku terjemahannya kurang enak dibaca. Salah satu kakaknya bilang, "Bingung bahasannya..."
4. Untuk SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan), bakal ada kakak senior yang menawarkan bundelan soal-soal sebelumnya.
5. Up-to-date materi dan soal-soal yang bakal diujiankan. Jangan 'membabi-buta' fotokopi puluhan lembar materi kalau rupanya ada 3 lembar contoh soal (Curhat seorang kakak kelas).
6. Oya, sudah cukup banyak buku TPB yang tersedia di perpustakaan. Cukup banyak. Jadi belum banyak. Maka dari itu, atur strategi kalau mau pinjam menjelang musim ujian karena bakal cepat habis.
Cara Belajar
1. Belajar sebelum penjelasan materi?Dianjurkan. Bakal ada dosen yang suka nanya dan menyuruh mahasiswa mengerjakan soal di depan.
2. Belajar sebelum tutorial?Sangat dianjurkan. Karena pas sesi tutorial, bagi yang aktif bakal diberi poin.
3. Belajar sebelum UTS?Harus! Kalau gak lulus?Tenang...masih ada UAS.Gak lulus UAS?Selamat mengulang.
4. Intinya kita harus nyari cara belajar yang paling efektif untuk diri sendiri dan teguh sama pendirian. Jangan sampai keseret 'arus'. Katanya, bakal banyak teman-teman kita yang memang jenius lahiriah alias bakat otak encer, dan mereka gak perlu jungkir balik untuk dapet nilai bagus. Justru sering main.
5. Belajar bareng! Sangat dianjurkan oleh Teh Wuddan agar TPBers untuk mulai belajar untuk bisa belajar bersama. Bisa belajar bareng sampai lintas fakultas. Misalnya Teh Wuddan (FTSL kalau gak salah), belajar bareng sama teman-temannya Kang Fajar (FTMD).
6. Nilai jelek pas uts pertama wajar kok. Jangan patah arang. Tetap belajar dan buktikan di uts berikutnya.
Unit
1. Ada unit yang gratis, ada juga yang harus bayar saat pendaftaran di OHU nanti. Kisaran harganya Rp5000-Rp20000.
2. Boleh sih daftar banyak-banyak. Namun berdasarkan pengalaman kakak-kakak kelas, ujung-ujungnya (biasanya) setiap orang bakal fokus sama 1. Ada yang 2. Bahkan 3. Tergantung kejagoan mengatur waktu dan intensitas unit tersebut. Misalnya unit Paduan Suara ITB rajin latihan 2x seminggu. Unit Marching Band ITB juga merupakan unit yang terkenal melebihi kerajinan Paduan Suara.
3. Sama kayak ekskul di SMA. Unit-unit juga biasa melaksanakan kegiatannya pas sepulang kuliah atau weekend.
4. Sebelum berhimpun (pas tingkat kedua), bisa belajar berorganisasi di unit-unit.
5. Ada unit yang memang hectic jadwalnya, ada juga yang santai.
6. Ada unit yang melantik anggotanya saat memasuki semester 2, ada juga pas saat naik tingkat.
7. Pas daftar di OHU, maba gak otomatis jadi anggota. Bakal ada tahap 'seleksi alam'. Mana yang bertahan dengan tugas/kegiatan di unit tersebut dalam jangka waktu tertentu (misalnya: selama 1 semester). Mana yang rajin datang, mana yang nggak.
8. Sangat dianjurkan untuk ikut unit.
Random Tips
1. Rajin-rajin baca papan pengumuman. Bakal banyak acara di ITB. Bakal banyak unit yang buka lagi di waktu yang tidak terduga-duga(misalnya pas lagi libur). Bakal ada saatnya kelas kuliah ganti.dan lain-lain.
2. Dimanakah papan pengumuman ITB?Dimana-mana kawan. Dimana-mana. Misalnya di GKU, di setiap lantainya ada papan pangumuman.
Masih banyak lagi sih cerita-cerita pengalaman dari kakak kelas tentang TPB. Cuma sekarang saya keburu lupa (payah). Banyak kok senior yang ngasih kesan, saran, pesan, dan tips melewati TPB lewat blog mereka. Tinggal search via google/yahoo/apapun dengan keyword 'tips sukses tpb itb'...voila...banyak link akurat.
Dan yang paling penting, menurut kakak-kakak yang sudah survive TPB, para mahasiswa baru harus..harus...haruussss....menikmati TPB :)
25 Agustus 2012
![]() | ||
| (foto ini minjem dari grup Alumnus SMA 20 yang masuk ITB) |

Comments
Post a Comment