Home Tournament & Budak Berlari

 Home Tournament Badminton UKMR 2012

HT Badminton UKMR 2012. HT Badminton yang pertama kali diikuti. Setelah sekian lama gak pegang raket dan gak pernah tau aturan mainnya, akhirnya main juga bareng UKMR 2012.

TKP. Gor Cisitu
Para Wasit. Orang-orang yang menghitung poin, dan berani duduk di kursi yang sebenarnya tidak aman/nyaman.
Ada Edo, Caca, Danar, Rama, Puji, Angga, Eca, Fajar, Riza
 Let the gameess...begin!
Pasangan ganda campuran: Rama dan Khirun
Pasangan ganda putra: Tengku dan Angga, Puji dan Ahmad, Fajar dan Septian
Pasangan ganda campuran: Tengku dan Dextrin, Ifa dan Puji
Pasangan ganda putra: Bagir dan Danar (yang gantiin Brili)
Eca dan Edo lagi pemanasan
Pasangan ganda campuran: Eca dan Fajar
Pasangan ganda putra: Rama dan Ibun, Edo dan Bagir, Puji dan Ahmad
Pasangan ganda putri: Didit dan Eca, aku dan Hane
 HT kemarin seru banget, dan bersyukur dapat pasangan yang pemaaf (Angga) dan sama-sama gak bisa main (Hane).hhehehe. Kayaknya wasit yang paling kerja keras itu pas aku dan Hane main. Wasitnya Fajar, jadi bayangkan dia yang ngomong.
"Yas, kau lagi yang servis"
"Hane geser ke kiri"
"Servisnya arahin ke seberang pinggir"
"Pas mereka servis maju aja"
"Wei geraklah..."
daan banyak juga komen-komen dari penonton.
Aku Hane pasrah main sambil belajar aturan-aturan badminton. Walaupun tertinggal jauh, kami masih menikmati permainan. Sampai suatu waktu di set kedua, kamipun sadar....
"Yas, kok kita gak tuker tempat?", kata Hane
"Gak tau..", balas aku.
"Ya kalian buat poin dulu baru tuker tempat", kata wasit.
"Oooo gitu..." aku dan Hane.

*Maaf ada pasangan yang gak terfoto.

Foto para pemain yang mandi keringat.
Play hard, laugh harder.
Some snapshots

Khirun yang kecapean setelah sehari sebelumnya lari 2,4 km.
Danar yang gak dapat pasangan untuk ganda campuran menjadi the-forever-referee 
Penonton yang juga terpana dengat sengitnya permainan
Rama yang terlihat senang-senang saja.
Pertarungan sengit antara Puj-Ahmad dengan Edo-Bagir
Debby adem ayem mengerjakan tugas.
Edo-Didit pemanasan.
Karena gak ikut sampai selesai, jadi gak sempat foto pertandingan akhir.
Bagi yang penasaran hasilnya, ada pengumuman dari koor acara:
***

Budak Berlari 2013 

Budak berlari, acara yang diadakan UKMR (Unit Kebudayaan Melayu Riau) diikuti oleh antar angkatan. Jenis acara nya mirip Amazing Race dengan skala Kota Bandung pusat. Kata Kak Ummi tahun lalu juga ada tapi areanya lebih kecil.
Kami keliling-keliling kota Bandung mulai dari Tugu Gubus, terus ke Dago, kemudian Jl. Belitung, lalu Braga, hingga ke Gasibu, dan berakhir di taman dekat Monumen Pancasila.
Setelah hampir 7 tahun tinggal di Bandung, sepertinya wawasan perangkotan dan nama daerah ku masih sangat minim. Jadi tadi ikutan bingung ketimbang bantu ngasih arahan #fail

Sebelum perlombaan benar-benar di mulai, semua (peserta dan panitia) kumpul dulu di Tugu Kubus. Dibagi kelompok (angkatan 2011 dan 2012), dikasih pembimbing (angkatan 2009) dan dibekali uang oleh panitia (angkatan 2010).

Pos #1 Tulisan Dago
Pengarahan oleh Kak Dwi dan Bang Haris
Rintangan di pos ini berupa cari-mancari terus dicatat.
Seperti mencari pesan di bawah plang iklan rokok dan ikrar cinta segitiga di bawah jembatan layang. 
Kelompok 1. Ada Kak Debby, Kak Yasin, Bang Panji, Bang Rubhi,Kak Ummi, Putra, Khirun , dan aku.
Setelah rintangan selesai, dikasih pentunjuk berikutnya.
Next stop, Taman Lalu Lintas.
Merasakan tersusul dan menyusuli.
Kelompok 1 datang pertama di Taman Lalu Lintas. Rupanya, pos #2 bukan di Taman Lalu Lintas.
 Pos #2 Pengki. Taman Sebelah SMAN 5
Anak-anak SMA di Bandung sudah mengenal pengki sebagai pangkalan anak SMAN 5. Kalau di hari biasa, taman ini bakal penuh.

Pos #2 dapat pengarahan dari Bang Fikri
Rintangan di pos ini sedikit merepotkan dan perlu kesabaran.
Memindahkan air tanpa tangan.
Tampak dari jauh
Pos #3 Jalan Braga
Sampailah kami di Jl.Braga yang historis
Pengarahan oleh Bang Kukuh dan Bang CB
Rintangan di pos ini sama seperti rintangan di pos #1, tapi lebih sedikit.
Pos #4 Gasibu
Matahari yang semakin terik tak mengurangi semangat bertanding. Apalagi disini terjadi perebutan posisi antara kelompok mana yang datang pertama. Pasalnya Kak Debby (kelompok 1) dan Bang Dion (kelompok 3) datang bersamaan. Panitia juga bingung siapa yang duluan. Sebelum rintangan dan kelompok lain sampai, akhirnya diputuskan untuk buat lomba kecil-kecilan.

Kak Debby lagi menuntut keadilan dan Kak Ummi asik berpose
Caca dan Putra yang kecapekan
Bang Panji (Kelompok 1) dan Fajar (Kelompok 3) berlomba mengambilsepotong kardus kecil yang akan menentukkan siapa yang datang pertama.

Rintangan di pos ini cukup berbahaya kalau gak hati-hati. Semua anggota kelompok ikut main dengan cepat karena ini lomba medley adu kecepatan .
Orang pertama harus lari dengan mata ditutupi kain, sedangkan orang kedua bantu.
Orang ketiga,keempat, dan kelima menunggu pelari untuk sampai di tempat mereka, barulah mereka berjalan mundur dengan kaki terikat ke tempat asal.
Sedangkan orang keenam, ketujuh menggendong orang terakhir ke suatu tempat.




Pos #5. Taman di seberang Monumen Pancasila
Pos #5 adalah pos terakhir. Disini suasananya lebih santai. Tidak ada ajang lari-berlari atau cari sana-sini. Hanya konsentrasi, diam ditempat, dan melempar bola.
Jumlah bola yang peroleh setiap kelompok bergantung pada poin dicapai melalui pos-pos sebelumnya.
Tapi yang menentukkan juara 1,2,3 dan juara harapan 1 adalah banyaknya bola yang masuk ke keranjang. 
Istirahat sejenak menjelang rintangan terakhir.
Bang Fikri dan Bang Fakhri siap jadi juri.
Perjuangan memasukkan bola yang agak susah karena adanya angin.
Kelompok 2. Terlihat Kak Inez, Bang Ilham, Hane, Kak Ranti merayakan kemenangan.
Ajang pembagian hadiah dengan perwakilan setiap kelompok.
Ifa, Kak Ummi, Kak Nurul, dan Bang Bhima.
Setelah acara ditutup, semua istirahat dan santai-santai dulu minum
es kelapa muda seharga Rp4000. Murah kan.
Sekian review kegiatan UKMR kali ini. Semoga semua sehat selalu, biar bisa bantu anak artistik dan ikut hearing nanti :) #propaganda #pestapora #pemiluukmr

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

D-14 What to Expect

H-10 Sidang Akhir: Another Night at the Studio

#4 Refleksi Arti Kemerdekaan Republik Indonesia Setelah Tinggal di Belanda