Keran lah ya judul postingannya. Kebayang sekelompok mahasiswa menjelajahi Pulau Rakata lengkap dengan hiking/mountain climbing gear nya. Ya bayangin aja, karena disini bukan menceritakan perjalanan keliling pulau/gunung tersebut. Lebih tepatnya ini sebuah trip mengelilingi Kepulauan Krakatau bersama unit selam ITB, Nautika. Jadi ceritanya aku disini sebagai CaNau (Calon Nautika), lalu jadi HaNau (Hampir Nautika).
"Belum dilantik juga?"
Yup, karena belum ujian kolam.
Sekarang, mulai ada perjalanannya.
***
Senin, 27 Mei 2013. Sekre Nautika - Terminal Leuwipanjang - Pelabuhan Merak
Berdasarkan jarkoman yang menyebar, bagi yang ikut diharapkan kumpul jam 11. Rupanya setelah urusan solat dan makan selesai , barulah berangkat ke Terminal Leuwipanjang jam 2 siang.
 |
| Barang bawaan canau yang kayak mau mudik |
 |
| Sambil nunggu main kartu |
 |
Trip ini merupakan trip perdana canau, tentunya persiapan dengan selengkap-lengkapnya.
Bisa ditebak mana yang canau, mana yang nautika. hheheh |
 |
| Di Terminal Leuwipanjang. Walaupun sudah 7 tahun Bandung, baru pertama kali juga kesini. |
 |
| Naik bus umum menuju Pelabuhan Merak. Berangkat sekitar jam 4 lebih |
 |
Sampai di Merak jam setengah 11an malem. Kemudian makan dulu di warung terdekat dari bus nya stop. Awalnya Kak Galang langsung mesenin mas-mas warung 23 kursi untuk rombongan trip. Rupanya cuma 17 orang yang makan di situ. Setelah yang cewek-cewek duduk dan sisanya nunggu berdiri nunggu giliran (semua belum pada mesen makanan), dalam keheningan mas nya bilang ,"Tunggu bentar ya, lele nya lagi diambil". Pada heran. Terus ada yang nanya ,"Lele mas?". Mas nya jawab, "Iya, tadi dipesenin sama mas yang tadi lele semua"
Namun setelah disuruh pesen masing-masing, yang jadi lele cuma 5 orang :|
|
***
28 Mei 2013. Pelabuhan Merak - Bakauheni - Pulau Sebesi - Pulau Rakata - Lagon Cabe
 |
| Sumber: Wikipedia |
Perjalanan ini tidak mengenal sekat hari. Kami baru naik kapal menuju Bakauheni jam 00.00 lebih dikit. Kapalnya berlayar sekitar jam 1 kurang. Agak mengkhawatirkan naik kapal kali ini karena cuacanya kurang bagus.
 |
| Masih pada cenghar karena belum berangkat |
 |
| Hujan tapi gak badai |
 |
Sengaja duduk dekat kipas dengan harapan dapat hembusan angin.
Aslinya kipas cuma pajangan. |
 |
| Dega yang tidur dalam kondisi apapun. |
 |
| Saat mengantri turun dari kapal sekitar jam 3an subuh |
 |
| Langkah awal selalu bikin deg-degan. |
 |
Akhirnya bisa merasakan nyemplung di air jenih.
Rupanya air laut itu...asin. Sangat asin. Asin banget. Asin kali :| |
 |
| Kepuasan yang terpancar dari muka para canau |
 |
| Scene dramatis menatap pemandangan |
 |
| Sampailah juga di Pulau Sebesi |
 |
Pekarangan depan penginapan. Maaf gak ada foto penginapannya
karena dari sudut manapun susah membuat rumahnya tampak menarik. Apalagi dalamnya. |
Di Pulau Sebesi cuma simpan tas, bersih-bersih dikit, dan persiapan menuju Pulau Rakata. Rencananya berangkat jam 11. Sebelum bersih-bersih, dikasih pilihan boleh baju renangnya di lapis atau dibawa, soalnya setelah dari Krakatau bakal snorkeling lagi di suatu spot yang saat itu masih sebuah misteri. Perjalanan ke Anak Krakatau cukup lama, sekitar 1,5-2 jam. Kalau tidur diatas kapal seperti Alfiz, dijamin yang basah jadi kering.
 |
| Jantung kapal |
 |
| Main kartu. Everywhere, anytime |
 |
| Kak Airin yang tertidur lelap di atas kapal. Padahal gak ada pengaman sama sekali |
 |
| Anak Krakatau yang sensasional |
 |
| Tidak ada dermaga di pulau ini, jadi harus turun dengan tangga |
 |
Mendapat pengarahan terlebih dahulu. Diingatkan kembali bahwa area/pulau tersebut merupakan cagar alam
(yang hakikatnya tidak boleh mengurangi atau menambah objek di tempat bersangkutan) |
 |
| Dari pantai pasir hitam, memasuki hutan |
 |
| Hutan pinus, atau cemara ya? |
 |
| Di kaki gunung masih senyum-senyum |
 |
Mulai lah pendakian ke salah satu bukit di pulau ini.
Puncaknya terlalu berbahaya karena terlihat jelas gas yang keluar dari celah puncak gunung. |
 |
| Semakin tinggi pendakian, semakin jelas pemandangan yang mengelilingi gunung |
 |
| Hiking santai |
 |
| 'Cukup' melelahkan |
 |
| Setelah berkali-kali istirahat walaupun puncak bukit di depan mata, akhirnya sampai juga. |
 |
| Jika di Mahameru melihat lautan awan, di Krakatau akan melihat lautan air :P |
 |
| Menikmati pemandangan |
 |
| Saatnya turun |
 |
| Kembali menelusuri hutan |
Di trip kali ini, aku bawa pacar baru, Mas Olympus TG-820. Dari segala fiturnya yang bejibun, aku masih nyaman dengan Aa Canon 1000D (walaupun autofocus nya rusak, dan berat). Agak susah mengatur settingan Mas Olym buat foto pemandangan. Namun untuk foto macro dan dalam air, emang jagoan.
Sampai di penginapan, semua bersih-bersih dulu untuk makan malam bersama. Acara selanjutnya ada bakar-bakaran. Rupanya sebelum sesi bakar-bakaran, panitia mengejutkan canau dengan tradisi Nautika (yang akan dirahasiakan demi keseruan tahun depan). Dengan menyelesaikan tradisi ini, naik lah pangkat kami dari Canau jadi Hanau (Hampir Nautika). Why just Hanau? Karena belum ujian kolam, sayangnya.
***
29 Mei 2013. Pulau Sebesi - Pulau Umang Umang - Bakauheni - Merak
Hari ini bangun seperti biasa. Sarapannya juga biasa, nasi goreng plus telor ceplok plus tempe plus kerupuk. Lumayan enak lah. Kalau gak kenyang sih bakal nambah. Sebelum memulai agenda hari ini, para hanau dan nau mengunjungi pantai yang malam sebelumnya tidak disadari kehadirannya. Kali ini fotonya pakai Xperia Mini.
Wacananya, hari ini cuma main di pantai Pulau Umang Umang terus pulang ke Bandung setelah makan siang di penginapan. Kalau cuma main di pantai, berarti ada pilihan untuk tidak tetap kering kan. Aku sendiri memilih opsi tersebut, sehingga langsung berpakaian rapih agar nanti pulang gak perlu ganti baju lagi.
 |
| Pulau Sebesi |
 |
| In the minddle of no where |
 |
| Spot snorkeling terakhir |
Rupanya, hari ini ada sesi snorkeling dulu di sisi lain Pulau Sebesi. Masih gak masalah yang lain main-main dan sendirian di atas kapal, toh itu resiko. Distu aku melengkapi jurnal perjalanan ini. Ketika matahari mulai terik, aku memutuskan untuk pindah ke dalam/ke bawah (apapun lah). Lalu terjadilah percakapan singkat antara mas-mas kru kapal dan aku,
Mas-mas: Loh mbak,gak nyebur sama yang lain?
Aku : Nggak.hhehehe
Mas-mas: Tapi nanti ke Pulau Umang nya harus renang. kan basah...
Aku : Hah!? Harus renang pak? gak kayak kemarin di Krakatau?
Mas-mas: Iya. Gak ada dermaganya.
Aku : Yaaaah...(terus bete sendiri.sedikit menyesal dan meratapi nasib)
Tidak lama setelah itu, yang lain naik kapal dengan senyum kepuasan telah mengambil banyak foto. Keren dah hasil foto-foto teman ku ini.
 |
| Hanau hanau |
Kalau setiap persinggahan sebelumnya ditempuh dengan waktu yang cukup lama, kali ini hanya sebentar. Pulau Umang Umang kalau terlihat dari jauh hanya seperti pulau normal lainnya. Tapi semakin dekat jarak antar kapal dengan pulau, semakin terlihat kecantikannya. Ketika jangkar dijatuhkan dan kapal mulai stabil, satu per satu orang mulai nyebur. Aku masih menimbang-nimbang pilihan untuk menunggu atau ikut mereka. Di dek bawah, ketemu Kak Cipo yang masih terduduk manis
Aku : Kak, gak nyebur?
Kak Cipo: Ntar liat dulu. Kalo keliatan seru, baru turun.
Aku : Oooh. oke. Yasmin ikut kak cipo deh.
Basah kuyup adalah resiko, tapi yang bikin malas adalah kerudung basah. Munculah ide brilian. Pakai pelampung.
Aku : Pak, ini boleh dipakai gak pelampungnya? (mungkin aja cuma untuk kondisi darurat)
Mas-mas: Ya boleh lah mbak. Itu kan kegunaannya.
Aku : Ooo okey
Dengan segala resiko-suka dan duka, aku nyebur ke laut dengan baju full baju basah sebasahnya . Ya kapan lagi toh ;)
 |
| Air yang menggoda |
 |
| Menunggu kapal giliran untuk turun. |
 |
| Di perkirakan ini kesempatan sekali seumur hidup. Sia-sia rasanya kalau hanya menunggu yang lain di kapal. Akhirnya diputuskanlah, aku ikut ke Pulau Umang Umang. Menyebur dengan pakaian yang sudah rapih. |
 |
| Beneran si kapal gak berlabuh :| |
 |
| Arusnya lumayan kuat |
 |
| No words to describe it. Just plain gorgeous! |
 |
| Sang ketua trip, Kak Alif, yang dikubur hidup-hidup |
Saatnya random foto menggunakan fitur super macro...
Ada sekumpulan burung dari kejauhan. Saat didekati, tentunya mereka menjauh. Tapi scene dari tempat mereka sebelumnya berdiri memang memukau.
Tak terasa sudah berlama-lama di pulau indah ini. Saat pulang.
 |
| Baru kali ini ke pantai harus berenang dulu. Memang benar ya, hasil itu tergantung perjuangannya. |
 |
| Naik kapal menjadi susah ketika capek |
 |
| Goodbye Pulau Umang Umang, I may never see you again *dramatis |
Dari Pulau Umang Umang langsung kembali ke penginapan untuk mandi, beres-beres, makan siang, dan pulang. Berangkatannya baru mulai jam 2 siang. Hampir semua penumpang menghindari teriknya matahari, sehingga bagian dalam kapal seperti kaleng sarden.
hai aku kepo =)) aku belum pernah deh kalo ke daerah krakatau. ciyik :( bagus ngedd
ReplyDeleteeh btw kalo kalian ke umang padahal sekalian ke pulau peucang juga. itu pemandangan dan bawah lautnya cuma jalan semeter aja udah keliatan loooh karang dan ikannya *promosi* terus pulaunya kecil dan bagus bangettt! binatangnya banyak banget sampe serem malem2 banyak mata mata menyala =)) *promosi lagi*