OSKM 2013: Diklat Terpusat

Setelah menunda 2 tahun untuk menulis tentang OSKM 2013, sepertinya saat ini waktu yang tepat berbagi pengalaman.
OSKM yang dirasakan maba hanyalah 7 atau bahkan 3 hari. Namun dibalik datang pagi, baris kumpul kelompok, ikut seminar, dan interaksi, ada persiapan yang 'cukup' lama. Bagi anak tingkat 2, ikut serta dalam kepanitiaan OKSM dimulai dari Diklat Terpusat.
Diklat Terpusat sendiri merupakan suatu rangkaian acara agar seluruh calon panitia sefrekuensi dan ,idealnya, mendapat spirit OKSM sesuai visi-misi tahun tersebut. Sebagian melihatnya sebagai pengisi waktu liburan, ada yang sebagai gerbang menuju divisi yang diinginkan, ada juga yang melihatnya sebagai 'kewajiban' sebab calon himpunan mereka mewajibkan ikut diklat terpusat. Sehingga peserta diklat terpusat jumlah tidak sedikit. Ya kurang lebih 2000an jiwa (1 kelompok biasanya 20 orang).
Mungkin tulisan diatas kurang mendeskripsikan besarnya diklat terpusat. Jadi selanjutnya saya akan lebih banyak cerita lewat foto hasil dokumentasi selama diklat.


Opening DiklatTerpusat
6 Juni 2013
Pembukaan diklat terpusat dilaksanakan di Lapcin pada malam hari. Rangkaian acaranya berupa pengenalan seluruh jajaran petinggi OSKM 2013, penyambutan dari Ibu Presiden KM ITB saat itu, serta sebuah pertunjukan yang keren sekali.


***

Diklat Hari #1
8 Juni 2013

Hari pertama diklat adalah penuh kecemasan (lebay sih). Kami semua belum tau matode atau flow diklat akan seperti apa. Sistem pengelompokan pada tahun itu juga cukup menarik. Peserta disuruh membuat kelompok sendiri dengan syarat, tidak boleh ada yang dulunya se-SMA dan tidak lebih dari 2 orang dari fakultas yang sama. Walaupun susah, tujuan dari syarat-syarat tersebut adalah agar lebih mengenal banyak orang dan angkatan. Ketika 1 kelompok berasal dari unit yang sama (mungkin memang janjian bareng), sekalinya mereka ada acara unit, kelompok tersebut langsung kosong. Kasian yang tersisa. Saya sendiri cuma janjian berdua bareng teman saya menuliskan nama secara random di kelompok 81. Jadi saat hari pertama diklat, kami belum tau wajah anak-anak 81.
Setiap diklat dimulai dengan kumpul bersama dulu di Lapbas. Gak cuma di osjur, diklat juga ada cek spek. Saat itu kami diberi kesempatan untuk mempertanyakan esensi serta menawarkan peganti spek yang diajukan jika dinilai tidak sesuai dengan kondisi. Berdasarkan 2x memperhatikan diklat terpusat, salah satu yang patut dikenang adalah kakak-kakak MC. Mereka menemani peserta diklat yang dijemur duduk di Lapbas.

Foto di kiri adalah kerumunan peserta diklat. Mereka banyak dan tidak tau apa-apa. Foto di kanan adalah segelintir pendiklat. Mereka sedikit dan tau semua. Masalah dari tahun ke tahun ke tahun dan ke tahun adalah...bagaimana menyampaikan materi dari sedikit orang ke banyak orang. Lebih tepatnya 30 - 40 orang ke 1500an jiwa. Ribuan jiwa yang terdiri dari orang-orang yang hanya ingin mengisi liburan, orang-orang yang menaruh mimpi besar bergabung di suatu divisi, dan orang-orang yang wajib diklat oleh calon himpunan.

Hari pertama diklat, kami sudah diberikan 2 materi. Yang pertama adalah materi ketuhanan. Disampaikan oleh kakak-kakak unit agama. Lapangan SR merupakan tempat langganan untuk menyampaikan materi. Mungkin saat diklat terpusat lah dimana anak-anak ITB paling sering duduk-duduk hingga tidur-tiduran disana. Patut disyukuri kampus Ganesha masih punya are hijau yang luas.
Di antara 2 sesi materi, peserta dikasih waktu istirahat untuk makan dan solat. Saat-saat seperti inilah seperti anak ayam tanpa induknya. Memenuhi koridor atau jalanan.
Materi 2 kalau tidak salah berisi tentang solusi dan inovasi untuk memecahkan permasalahan di Indonesia. Karena hujan deras, lingkar diskusi disampaikan di Gedung Kimia Dasar. Lagi-lagi, diklat terusat sebagai sarana jelajah kampus. Saya anak SAPPK, jadi jarang-jarang ke daerah timur jauh.


***

Diklat Terpusat #2
9 Juni 2013

Diklat seperti biasa diawali dengan kumpul bersama di Lapbas. Hari itu ceritanya kita akan amazing race. Menyenangkan! But wait, apalah diklat tanpa materi. Jadi sebelum kita bermain, ada 1 sesi materi dari kakak pendiklat. Karena keterbatasan pendiklat, yang sering terjadi adalah 1 pendiklat memegang 2-3 kelompok. 1 orang menyampaikan materi ke 50 orang. Padahal sebaiknya 1 kelompok dipegang 1 orang agar pendiklat bisa fokus megang anak-anaknya.

Amazing race ini dilakukan per kelompok. Setiap kelompok akan tanding dengan kelompok lainnya di pos-pos yang tersebar di seluruh kampus. Aturan mainnya sederhana, kelompok yang paling banyak menang di pos-pos tersebut akan menang. Serunya amazing race ini, sekelompok harus berjalan bersama. Literally berjalan bersama dalam tali.

Beberapa foto perjuangan dari kelompok 81. Awalnya kami tidak begitu kompetitif menyambut perlombaan ini. Yang terjadi terjadilah. Namun sekali dua kali menang lawan kelompok lain, akhirnya sisi ambisius pun muncul. Anehnya ketika semua bersikap 'agresif' untuk menang, kami pun kalah. Akhirnya sang ketua bersiasat, kita gak boleh sok-sokan menang lagi (foto tengah paling bawah). Jenis permainannya pun beragam. Ada membuat menara pake sedotan, mindahin botol berisi air pake sarung, jumlah kaki menginjak tanah, dan banyak lagi.

Perjuangan kelompok 81 untuk menjadi yang terpanjang:
Permainan ini dipegang langsung oleh Abah (ketua OSKM 2013).


***

Kumpul  & Tugas Kelompok
10 & 13 Juni 2013
Keesokan harinya kelompok 81 memutuskan untuk membicarakan konsep dan bentuk permainan yang ditugaskan untuk setiap kelompok. Kebetulan hari itu juga merupakan salah satu hari paling penting di ITB, penjurusan. Walaupun baru kenal dalam waktu singkat, kami berbagi rasa cemas dan kebahagiaan hasil penjurusan bersama. Bisa dilihat senyuman lebar teman-teman setelah membaca kabar gembira dari ol.akademik

Tugas kelompok saat itu adalah membuat board game yang 'Indonesia banget'. Slogan OSKM 2013 juga 'Untuk Indonesia'.

***

Diklat Terpusat Kesekian
16 Juni 2013

Another day, another diklat.
Sebelum sesi materi dimulai, terkadang MC suka menarik peserta ke tribun untuk ditanyai mengenai materi atau apapun. Mereka suka ngelucu/bercanda mencoba menghibur perserta diklat  yang menunggu giliran mobilisasi ke tempat diberikan materi. Kali ini kita diingatkan kembali tentang popope dan elemen-elemen di kampus (seperti kabinet, kongres, hmj, unit, dll. Oya pada tahun 2013, MWA-Wakil Mahasiswa masih vakum. Baru muncul lagi pada tahun 2014). Ketika materi cepat disampaikan, kami pun bertemu dengan titik kegabutan. Dan akhirnya foto-foto.

Sesi kedua dari diklat ini adalah pengenalan divisi. Mungkin ini adalah rangkaian acara diklat yang paling ditunggu-tunggu. Untuk divisi-divisi dibawah bidang acara, operasional, fundraising, dll biasanya disampaikan oleh kabid dan kadiv nya langsung. Foto paling kiri adalah pengenalan divisi medik yang disampaikan oleh Sandya Samana  di Pilotis Geodesi. Mereka memutarkan video teaser dan cuplikan diklat divisi mereka yang sebelumnya. Foto yang tengah adalah pengenalan OHU disampaikan oleh ketuanya langsung dan tim di Lapangan SR. Foto kanan adalah pengenalan divisi taplok (tata tertib kelompok) oleh Jaya Kirana di Selasar Plano. Disini kami juga video berisi kehidupan taplok. Tidak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan video tersebut. Bagi yang penasaran dengan dunia pertaplokan atau mentor, silakan search di youtube dengan kata kunci Tutorial Menjadi Taplok yang Baik atau Pengenalan Tata Tertib Kelompok OSKM atau Pengenalan Mentor OSKM ITB. Kalau divisi lapangan satu lagi gak sempat mendokumentasikan. Ya lebih tepatnya gak mungkin. Kalau penasaran, jangan lewatkan diklat pengenalan divisi ya.

***

Bersih-bersih Untuk Indonesia
23 Juni 2013


Bersih-bersih UI bukanlah diklat. Melainkan salah satu tugas atau tantangan untuk 1 angkatan peserta diklat melakukan kegiatan bersama. Setelah hasil berunding perwakilan kelompok dan membentuk kepanitiaan kecil, dibuat lah acara ini. Dengan rangkaian acara sebagai berikut: kumpul bersama di Lapbas buat senam pagi lalu bersih-bersih 6 daerah sekitar ITB. 100 kelompok dibagi menjadi 6 ragu besar yang akan dipegang oleh 1 kepala regu. Foto kanan adalah kepala regi terpilih.

Setahun gak senam cuma bisa gerak kanan-kiri depan-belakang. Sangat minimalis

Salah satu instruktur yang bergerak sendiri di atas.

Mulai semangat

Demi Mabaaaa!
(Anak 2012 pasti mengerti)

Kelompok 81 dan beberapa kelompok lainnya kebagian di sekitar pertigaan Jl. Dayang Sumbi. Bersih-bersih di area ini tergolong mudah dibandingkan dengan regu yang mendapat Babakan Siliwangi karena sebenarnya sudah adalah petugas kebersihan. Apalagi hari Minggu pas CFD. Akhirnya kamis mencari sampah yang masih ada di rumput, di pinggir selokan, hingga di dalam got atas nama bersih-bersih

Foto diatas berisi beberapa kelompok yang bersih-bersih di daerah ini. Ada juga wajah-wajah yang berperan sebagai medik hari itu. 

***

Ada 2 diklat yang saya lewati karena bentrok saja jadwal osjur sehingga tidak bisa melengkapi dokumentasi Diklat Terpusat OSKM 2013. Diluar acara diklat akan banyak kumpul kelompok karena tugas kelompok. Secara keseluruhan, saya senang dengan diklat terpusat. Sesungguhnya materi yang disampaikan udah lupa sejak H+1 OSKM. Tapi kisah, pengalaman, dan mungkin teman-teman yang baru kenal saat diklat akan menjadi salah satu kenangan terbaik selama kuliah di kampus ini.
Patut berterima kasih dan salut nih buat tim acara, mamet, semua panitia lainnya yang udah mengemas diklat terpusat dengan baik. Juga kakak-kakak pendiklat yang udah sukarela ngediklat megang puluhan anak yang tentunya tidak gampang. Tentu tidak lupa anak-anak 81 yang membuat kelompok tidak sekedar kelompok.
Sekian sharing kisah OSKM saya, gimana dengan kamu? :)

Comments

Popular posts from this blog

D-14 What to Expect

H-10 Sidang Akhir: Another Night at the Studio

#4 Refleksi Arti Kemerdekaan Republik Indonesia Setelah Tinggal di Belanda